Vokalis Band Ini Kehilangan Suara Emasnya Akibat Merokok


AWALNYA merokok karena gengsi. Akhirnya ia harus kehilangan suara emasnya. Robby Indra Wahyuda, seorang vokalis band sekaligus fotografer ini menderita kanker larynx stadium 3 yang merusak pita suaranya.

Oby, sapaan akrabnya, mengaku mengenal rokok sejak kelas dua SMP. Tak beda dari kawan sebayanya, ia merokok karena tuntutan pergaulan. Kala itu hampir semua kawannya bisa merokok. “Akhirnya saya diajarin teman. Supaya kelihatan keren,” kata dia.

Ia sempat berhenti merokok selama 1,5 tahun lantaran menderita asma. Tepatnya saat duduk di SMA kelas 1. Ia harus mengantongi obat pelega tenggorokan ke mana-mana. “Jaga-jaga kalau asma kambuh,” kata dia.

Namun keyakinan berhenti merokok mulai pudar kala Robby muda itu galau. Masalah pribadi yang selalu menghantui hari-harinya membuatnya kembali merokok. Ia tak menyadari jika pilihannya itu bakal berakibat fatal.

Hingga suatu hari ia mulai merasa tidak nyaman di tenggorokannya. Ia mengalami penurunan kualitas suara ketika bernyanyi. Suara dia tidak stabil di nada tinggi. Bahkan tidak bisa lagi menggunakan teknik falsetto.

Dari hari ke hari, suara dia semakin serak. Hingga akhirnya di akhir Oktober 2013 saat ia menikah, ia harus berjuang keras mengucapkan ijab kabul. “Saya sampai harus ulang tiga kali karena tidak satu napas,” ujar Oby.

Setelah nikah, ia memeriksa keadaan tenggorokannya ke RS H Darjad, Samarinda. Di sana ia dirujuk ke RS Dr Sutomo, Surabaya. “Dokter Irwan memeriksa saya dengan endoskopi,” kata dia.

Dari pemeriksaan itu terlihat pita suara Oby ada kanker. Akhirnya ia divonis kanker larynx stadium 3. “Dokter Irwan mengajak saya operasi pada Maret 2014 silam,” kenang dia.

Hasil operasi itu, suara dia yang awalnya serak menjadi lirih. Oby tak bisa berbicara nyaring. Untuk berbicara dengan suara normal, ia harus berteriak. “Itu pun terdengar seperti berbisik. Capek sekali kalau berbicara karena harus teriak,” ujar dia.

Kesehatannya pun semakin menurun. Biasanya ia kuat joging lima putaran di Stadion Madya Sempaja, kini cuma kuat satu putaran. Bahkan ia pernah drop dan dilarikan ke RS Sardjito Jogjakarta ketika tugas di luar kota.

“Sorenya langsung operasi karena jalur napas saya sudah tertutup. Tenggorokan saya dilubangi dan dipasang tracheostomy. Kanker saya naik jadi stadium 4A,” kata dia.

Anak dari pasangan Elansyah Jamhari dan Syaifatul Hadijah ini pun merasa tak tega jika orang sekitarnya bersedih akibat keadaannya ini. Awalnya ia kecewa karena penyakit yang dianggap untuk lanjut usia ini harus dideritanya. Namun saat di rumah sakit itu, lelaki berusia 26 tahun itu menemukan banyak remaja kena kanker.

“Saya heran kok masih kecil bisa kanker. Saat saya tanya ke orangtua mereka, ternyata karena ayahnya merokok sambil gendong dia waktu kecil mengakibatkan kanker nasofaring,” ujar Oby. (*/hdd/ica/k8)