Jaman SBY Buku Dibalas Dengan Buku, Sekarang Buku Dibalas Dengan Penangkapan

Jaman SBY Buku Dibalas Dengan Buku, Sekarang Buku Dibalas Dengan Penangkapan

Jaman pemerintahan SBY sempat senter soal kritikan terhadap SBY dengan munculnya buku "Membongkar Gurita Cikeas" yang mengkritik Presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun SBY yang merasa dikritik dengan buku tersebut tidak melakukan hal yang membuat takut penulis ataupun menangkapnya. SBY pun membalasnya dengan buku tandingan untuk menjawab krtitikan Buku "Membongkar Gurita Cikeas" yang ditulis oleh  George Yujun Aditjondro dengan menulis buku berjudul "Cikeas Menjawab".

Seorang nitezen bernama Andri Purnawan mengingatkan bahwa Sekarang seharusnya adalah waktu yang tepat bagi Jokowi untuk buktikan slogan pemerintahan yang egaliter, humanis, dan persuasif.

Selain itu ia juga mengatakan rasanya cara yang dilakukan SBY patut ditiru oleh Presiden Jokowi Dodo yang sekarang berkuasa.

Di laman facebooknya Andri Purnawan mengatakan:


BUKU BALAS BUKU

Jaman Presiden SBY ada buku "Membongkar Gurita Cikeas", kemudian rezim SBY balas dengan membuat buku tandingan "Cikeas Menjawab", hasilnya : publik cenderung menyimpulkan si penulis buku "Membongkar Gurita Cikeas" hanya mencari sensasi. 

Bagi saya, itu cara yg sangat elegan, simpatik, dan efektif dari rezim SBY untuk menjawab fitnah ke Presiden.

Rasanya cara ini perlu jg ditiru rezim Jokowi dibanding harus menangkap si penulis buku "Jokowi Undercover", bahkan pembeli dan penyimpan buku "Jokowi Undercover" jg terancam diciduk.

Skrg waktu yg tepat bagi Jokowi untuk buktikan klo slogan pemerintahan yg egaliter, humanis, dan persuasif yg selama ini dikampanyekan bukan hoax.

Penulis : ASD/Apikepol.com