Mengapa Ahok Menghina Ulama NU? Renungilah Ayat Al Quran Ini

Ahok hina Ketua MUI KH Ma'ruf Amin

Mengapa Ahok terus menghina siapa saja yang berseberangan dengannya? Setelah menista Al Quran, lalu menyatakan tidak menyesal saat diwawancari Aljazeera. Ia juga menghina umat Islam peserta Aksi Bela Islam. Dan terbaru, ia menghina Ketua MUI dan Rais Am PBNU KH Ma’ruf Amin.

Mengapa Ahok merendahkan KH Ma’ruf Amin padahal selama ini NU cukup “ramah” kepadanya? Ayat Al Qur’an ini menghadirkan perumpamaan yang sangat tepat untuk fenomena tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“...maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir” (QS. Al A’raf: 176)

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini terkait dengan Bal’am yang mendustakan ayat-ayat Allah. Selain itu, Ibnu Katsir juga menjelaskan bahwa ayat ini untuk orang-orang kafir dan munafik yang memang mereka mendustakan ayat-ayat Allah.

“Kalbu orang kafir dan orang munafik serta orang yang sesat kosong dari hidayah, hatinya penuh dengan penyakit yang tak terobatkan,” terangnya dalam Tafsir Al Qur’anil Azhim.

Sayyid Qutub dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, hatinya guncang dan tidak pernah tenang. “Penguluran lidah dan keterengah-engahan yang berupa keguncangan hati yang tidak pernah tenang selamanya, yang tidak pernah lepas dari pelakunya, baik anda nasihati maupun tidak.”

Setelah Ahok menista Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, ada umat Islam yang secara tegas memperingatkannya dan ada yang tidak. Namun, apa tindakan Ahok? Baik kepada umat Islam yang tegas memperingatkannya ataupun yang “ramah” kepadanya, ia tetap merendahkan mereka ketika berseberangan dengannya.

Mirip seperti perumpamaan dalam ayat ini; maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). [Tarbiyah.net]