Politisi PDIP, Ngajilah Sama HTI, FPI dan MUI, Bersihkan Hati Dengan Dzikir dan Sholawat

Politisi PDIP, Ngajilah Sama HTI, FPI dan MUI, Bersihkan Hati Dengan Dzikir dan Sholawat

Politisi PDIP, Ngajilah Sama HTI, FPI dan MUI

Oleh : Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Semua kelompok organisasi Islam telah membuat kesimpulan: “Para koruptor kakap, pecandu Narkoba-Miras dan politisi busuk paling terdepan membenci FPI, MUI dan HTI”. Kesimpulan itu juga telah diamini oleh seluruh umat Islam di republik ini.

Tak heran bila belakangan ini desakan membubarkan HTI, MUI dan FPI. Sudah bisa dipastikan sikap itu muncul dari gerombolan anti Islam bermental korup, berhati busuk dan pecandu Miras-Narkoba.

Apakah Polri, Presiden Joko Widodo, Pimpinan DPR, TNI dan seluruh komponen bangsa akan terjebak mendukung propoganda jahat para gerombolan tersebut?

Terkait dengan sikap segelintir elite PDIP yang gencar menyuarakan kebencian serta mendesak FPI, HTI dan MUI dibubarkan, saya kira hal itu tidak lepas dari watak dan DNA mereka.

Sudah lama partai berlambang “binatang”, banteng moncong putih itu alergi dengan ormas Islam yang istiqomah memerangi kejahatan KKN, Narkoba dan berbagai kemaksiatan.

Megawati dan elite PDIP seolah ingin seluruh Ormas Islam selaras dengan pandangan dan misi politik mereka. Siapapun yang tidak sejalan, dijadikan musuh.

Lantas visi dan misi politik apa yang telah diperjuangkan oleh PDIP? Tidak jelas! Yang terekam di benak rakyat adalah bau busuk skandal BLBI dan aneka kejahatan KKN.

Sampai kapanpun, berbicara tentang Megawati dan PDIP maka pikiran rakyat langsung tercemari oleh berbagai fakta kejahatan KKN yang mereka lakoni.

Ihwal kebobrokan itu membuat jutaan netizen menyindir: “Megawati dan para elite PDIP adalah kawanan politisi hipokrit.” Tegasnya, ucapan, sikap dan perbuatan saling berkontradiktif.

Watak hipokrit itu terlihat dengan sangat jelas. Mulai dari Megawati yang tersangkut skandal R&D BLBI hingga panjanganya daftar hitam elite PDIP dalam kasus KKN bahkan Narkoba.

Ibarat sebuah film horor, PDIP adalah rumah paling menyeramkan, gelap dan mencekam. bergentayangan hal-ihwal dari perilaku politik yang terasa nihil dari tuntunan spiritual dan spirit Pancasila.

Jadi sangat naif bila Megawati dan loyalisnya menuding FPI atau HTI dan MUI adalah organisasi yang radikal dan ekstrim. Bualan seperti itu sesungguhnya berbalik pada diri mereka yang terbukti tidak konsekuen dalam mengamalkan ajaran agama dan Ideologi Pancasila.

Saran saya, para politisi PDIP dan Megawati yang makin lansia, meluangkan waktu ngaji di HTI, FPI dan MUI. Melebur dan membersihkan hati serta pikiran dengan zikir, doa shalawat agar tidak terbenam dalam gelapknya nafsu duniawi.

HTI, FPI dan MUI adalah kumpulan jutaan kaum beriman, intelektual Islam, ulama dan santri yang sangat terbuka dan selalu mengulurkan tangan bagi siapapun. Termasuk kalian, para politisi dari kandang berlambang “binatang” banteng moncong putih!