Laknatullah! Israel Menutup Masjid Al-Aqsa & Melarang Muslim Palestina Shalat

Umatuna..com - Laknatullah! Israel menutup Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan melarang warga Muslim Palestina melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut. Umat Muslim di dunia langsung mengecam aksi Israel. Kementerian Luar Negeri diminta melayangkan nota protes dan kecaman keras soal ini melalui PBB.

Penutupan Masjid Al-Aqsa ini menyusul insiden penembakan dua polisi Israel hingga tewas oleh tiga pria Arab bersenjata di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat lalu. Para pelaku penembakan polisi itu melarikan diri ke kompleks Haram Al-Sharif. Di situs tersuci ketiga umat Islam tersebut para penyerang ini ditembak mati polisi.

Untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, umat Muslim Palestina tak bisa melaksanakan salat Jumat di masjid itu. Mereka terpaksa beribadah di jalanan luar tembok Yerusalem, sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel. Setelah salat, jemaah kemudian secara damai meninggalkan lokasi.

Nah, setelah dua hari ditutup, Israel kembali membuka akses masuk ke Masjidil Aqsa, Minggu waktu setempat secara bertahap. Meski demikian, Israel menetapkan standar keamanan baru yang lebih ketat bagi pengunjung, seperti pemasangan mesin pindai (X-Ray) dan kamera pemantau (CCTV).

Hal ini ditentang keras oleh otoritas Islam yang mengelola situs Masjidil Aqsa. Ketentuan itu bertentangan dengan resolusi internasional. "Penutupan kompleks Masjid Aqsa, pendudukan itu sendiri dan pelarangan azan adalah tidak adil dan melanggar resolusi yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan perjanjian internasional," ujar kepala pengelola Masjidil Aqsa, Omar Kiswani, kemarin.

Mereka mendesak pemerintah Israel bertanggung jawab atas perubahan yang telah mereka lakukan di tempat ibadah umat muslim itu. "Kami akan tetap berada di luar masjid hingga kami meraih kembali hak kami," tegasnya.

Bentrokan sempat pecah lantaran otoritas muslim setempat menolak mengikuti aturan pengamanan Israel. Dalam siaran televisi stasiun lokal Israel, tampak polisi anti-kerusuhan memukuli dan menendangi para pendemo yang kebanyakan merupakan Muslim Palestina.

Puluhan orang yang akan beribadah berdiri di luar Pintu Gerbang Domba di Kota Tua Yerusalem. Mereka akhirnya melaksanakan salat di tempat terbuka sebagai protes atas tindakan baru tersebut. Sebagian perempuan menangis dan berteriak bahwa Al-Aqsa berada dalam bahaya, sementara yang lain berteriak dengan semangat akan membebaskan Al-Aqsa.

Menteri Keamanan Umum Israel Gilad Erdan mengatakan, Israel merupakan pemilik tunggal Kota Tua Yerusalem. Dia menegaskan bahwa keputusan untuk membuka dan menutup kompleks dimana Masjid Al-Aqsa berada itu merupakan hak pemerintah Israel. Kedaulatan situs suci tersebut sepenuhnya milik Israel. "Dan negara (Israel) tidak memerlukan nasihat dari negara-negara lain," ujarnya dilansir dari Daily Sabah.

Di Indonesia, Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym meminta para pemimpin Islam di dunia bersatu menyikapi penutupan Masjid Al-Aqsa. "Ya mudah-mudahan ini membangkitkan semangat semua pemimpin dunia untuk bersikap adil," ujar Aa Gym saat mengisi ceramah dalam acara Halal Bi Halal yang digelar Jakarta Islamic School (JISC), Jakarta Timur, kemarin.

Menurut Aa Gym, penutupan Masjid Al-Aqsa merupakan tindakan negara penjajah. Karena itu, para pemimpin Islam di dunia harus mengetahui bahwa Israel tidak hanya melanggar hukum internasional tapi juga melanggar kemanusiaan.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini juga mengecam keras tindakan Israel tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dibenarkan, rasis, melanggar HAM dan mengancam perdamaian dunia.

Fraksi PKS pun meminta Kementerian Luar Negeri RI untuk menyampaikan nota protes dan kecaman keras kepada Israel melalui PBB dan melakukan langkah-langkah diplomasi multilateral untuk menekan negara itu menghentikan tindakan agresifnya. "Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia berhak protes atas tindakan Israel, karena Masjid Al-Aqsa bukan hanya milik Palestina semata tapi milik muslim di seluruh dunia," tegas Jazuli. Sumber: Rmol [Ummatuna/Apikepol]