Malunya, Sampai FORBES pun Sebut Jokowi Sedang Error


Nasional.in ~ Majalah bisnis ternama dunia FORBES memuat artikel yang menyebut Presiden Jokowi lagi error.

Dalam artikel FORBES pada 16 Agustus 2017 yang berjudul "Jokowi Widodo Is In Error Here - It's More Development Indonesia Needs, Not Equality Of Poverty" menyoroti tentang ekonomi pemerintahan Joko Widodo.

Artikel ini menyebut Jokowi salah mendiagnosa permasalahan ekonomi Indonesia.

"It's always slightly worrying when the ruler, or leader, of a place manages to get the basic diagnosis wrong, which is what I think is happening here with Jokowi in Indonesia."

("Selalu sedikit mengkhawatirkan saat sang penguasa, atau pemimpin, dari sebuah tempat memiliki diagnosa dasar yang salah, inilah yang saya pikir terjadi dengan Jokowi di Indonesia.")

Hal ini didasarkan pada pidato Presiden Jokowi pada sidang tahunan MPR 16 Agustus lalu.

Forbes menyoroti: Jokowi menyebut bahwa Indonesia butuh lebih banyak kesetaraan distribusi kekayaan disaat masalahnya sama sekali bukan itu, alih-alih, tak ada cukup kekayaan untuk didistribusikan. Karena itu perhatian seharusnya diberikan kepada lebih banyak penciptaan kekayaan dibanding mendistribusikan jumlah tidak cukup yang sekarang tersedia.

Karena itu kita perlu memutuskan apakah sebetulnya masalahnya adalah ketidaksetaraan atau kemiskinan. Yang anda pikir sebagai masalah yang lebih besar tentunya tergantung selera anda, tapi bahkan dengan GDP per Kapita sebesar $ 11,000 maka kemiskinan sebagai masalah yang lebih besar.

Dalam hal kemiskinan, lanjut FORBES, Indonesia berada di tahap yang sama dengan Amerika Serikat pada tahun 1930an hingga 1940an.

ADA BERITA MENARIK SCROLL KE BAWAH www.NASIONAL.in
Sumber Berita : forbes.com


[nasional.in/apik.apikepol.com]