Empat Tahun Dibongkar Ahok, Inilah Sajak Para Pembela Masjid Amir Hamzah

loading...
loading...

Empat Tahun Dibongkar Ahok, Inilah Sajak Para Pembela Masjid Amir Hamzah

Berita Islam 24H - Dalam waktu dekat ini, tepatnya 11 Oktober 2017, Masjid Amir Hamzah yang berlokasi di komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Sebelumnya, tahun 2013, semasa Gubernur DKI Ahok, masjid itu dibongkar, rata dengan tanah. Akhirnya, terpaksa, jamaah harus shalat di basement, samping Planetarium Jakarta.

Disela-sela tasyakuran, Tri Aru Wiratno selaku Sekretaris masjid, menyatakan rasa syukurnya atas dibangunnya kembali Masjid Amir Hamzah. Namun, ia bersama sejumlah almamater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) juga sekaligus kecewa, karena masjid pengganti yang kini dalam proses pembangunannya, tidak sesuai yang dijanjikan, yakni tidak lebih besar dan menampung banyak jamaah.

“Kami kaget saja, bangunannya lebih kecil dibanding masjid yang dahulu pernah dirobohkan. Padahal kami sudah bertemu dengan pihak UPT TIM, Pak Imam. Kami diberitahu, penyelesaian bangunan masjid pengganti akan selesai Oktober 2017 ini. Boleh dibilang kejar target, sebelum masa berakhir Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat,” kata Aru, yang juga dosen IKJ dan pendiri Mimazah generasi pertama.

Almamater IKJ sudah menyampaikan masukan kepada pihak UPT TIM, bahwa membangun masjid itu harus pakai dasar , indikator, dan perbandingannya. “Sejauh ini Pak Imam selalu Ketua UPT cukup kooperatif. Namun, kewenangan tetap ada Pemda DKI Jakarta,” kata Aru,

Perlu diketahui, Masjid Amir Hamzah yang baru memiliki luas bangunan 8 x 8 meter dengan ruas tanah + 900 meter persegi. Menurut Aru, ukuran masjid seperti itu menyerupai kantin. Jika sebelumnya, Masjid Amir Hamzah berada di basement, dekat Teater Kecil TIM, atau samping Planetarium Jakarta. Saat ini Masjid Amir Hamzah yang sedang dibangun berada di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di pintu masuk TIM, dengan posisi sebelah kiri jalan.

Reaksi Almamater IKJ

Ketika ditanya, kenapa almamater IKJ tidak begitu reaksioner ketika melihat atau mendengar Masjid Amir Hamzah dibongkar oleh Gubernur DKI Ahok? Padahal berita itu sempat menjadi viral dan disesalkan banyak pihak.

Aru mengakui, mahasiswa dan almamater di IKJ memang sangat parsial. Kesadaran untuk berislamnya juga tidak begitu banyak. “Sebagian dari kami hanya memendam kecewa dan keprihatinan di dalam hati. Kami bergerak secara individual untuk bisa mempertahakan keberadaan masjid. Tapi posisi kami sangat lemah. Karena yang punya kewenangan adalah Pemprov DKI Jakarta.”

Aru yang ketika itu menjabat Pembantu Dekan mengatakan, pengurus masjid dan almamater IKJ dijanjikan untuk dibangun masjid penggantinya. Pihak UPT pun memberikan jaminan itu. Janji itu sempat molor selama tiga tahun, dengan alasan belum ada dana.

“Pembangunan masjid Amir Hamzah yang baru, bukanlah loby-loby pengurus pada Tim Anies-Sandi, tapi tuntutan kami kepada pihak UPT TIM, dalam hal ini Pak Imam. Ketika itu, kami ada delapan orang menghadap Pak Imam imam untuk menyampaikan aspirasi. Alhamdulillah, Pak Imam cukup kooperatif dan memiliki kepedulian.”

Satu hal, ketika rencana masjid akan dibangun, ada pihak-pihak tertentu (oknum DKJ) yang terusik dan tidak setuju adanya bangunan masjid di komplek TIM. Keberadaan masjid itu di area kesenian dan budaya pun dianggap menganggu. Terlebih, bangunan masjid berada di pintu masuk TIM.

Dengan kondisi masjid yang kecil, kemungkinan tidak akan cukup menampung jamaah Shalat Jumat. Kemudian, ada yang meminta, jika tidak cukup, sebaiknya shalat Jumat dipindahkan ke Basement, tempat Masjid Amir Hamzah pasca dibongkar.

Aru menyatakan tidak setuju, jika jamaah shalat Jumat dipindahkan kembali ke basement. Karena tempat itu sudah tidak berfungsi lagi sebagai masjid. “Bagaimana pun kami sebagai pengurus masjid, tetap mensyukuri pengganti masjid yang dibongkar. Kami terima saja dulu. Jika nantinya jumlah jamaah semakin berkembang, bukan tidak mungkin akan ada perluasan bangunan. Yang penting, kita makmurkam masjid ini,” ungkap Aru senang.

Berikut puisi salah seorang Alumni IKJ jurusan Teater, Romaini yang dibacakan saat tasyakuran di Masjid Amir Hamzah, Sabtu (7/10) sore. Puisi itu dibuat di Bogor, Jumat 5 Februari 2016 yang lalu.

Pemimpin Baru

Masjid Balaikota

Ibarat wanita cantik

Banyak pria yang tergoda

Apalagi tinggal di Balaikota

Mendadak 3 bulan jadi

Mewah sekali

Menjelma putri Raja

Ah…Sudahlah!

Masjid Amir Hamzah

Seperti istri yang tidak tersentuh

Sejak malam pertama sampai sekarang

Dicerai….

Lalu dibuang ke bawah tanah oleh pemimpin durjana

Diruang lembab sekuat tenaga menyembuhkan luka

Mematung…membisu tanpa kata

Sesekali terdengar rintihan doa

Berharap malaikat yang datang

Atau monster pinokio pemakan segalanya

Entah pada hari apa, masjid Amir Hamzah

akan didandani sedemikian rupa

Lalu ditarik paksa ke tempat pelacuran

Jadi ajang taruhan dimeja perjudian

Ia menjerit ketakutan

Dalam sekejap diperkosa bergantian oleh anjing-anjing serigala berbulu domba berhidung belang

Auuu….

Tidaaak…!

Itu tidak boleh terjadi!

Tolong…tolong…toloooong

Selamatkan kehormatannya

Selamatkan kesuciannya

Tolong jaga dia

Jaga kemurnian cintaNya

Yaa… Robbana

Pertemukanlah dengan pemimpin pengganti

Pemimpin yang taat pada Ilahi Robbi

Lisan berzikir

Hati berzikir

Pemimpin berakhlak mulia buah dari zikir

Sehingga alam semesta ikut berzikir

Auuu… lolongan anjing ditengah malam

Auuu…Anjing-anjing itu melonglong memekikkan telinga

Auuu… mereka mengendus – ngendus dan menyusup ke bawah tanah

Auuu… mereka lari terbirit -birit melapor pada Tuannya

La hawla wala quwwata Illah billah 3 x

Tolong carikan pemimpin baru untuk Masjid Amir Hamzah

Pemimpin baru untuk Jakarta

Pemimpin baru untuk Indonesia

Pemimpin baru yang mengucapkan dua kalimat syahadat

Bergetarlah seluruh jagat Raya [beritaislam24h.info / pmc]


Terimakasih sudah membaca artikel: Empat Tahun Dibongkar Ahok, Inilah Sajak Para Pembela Masjid Amir Hamzah
loading...