Ngeri Banget! Suami Kehilangan Kepala Bagian Depan Gara-gara Konsumsi Minuman Ini Berlebihan

loading...
loading...
Ngeri! Suami Kehilangan Kepala Bagian Depan Gegara Konsumsi Minuman Ini Berlebihan
Brianna dan Austin, Boredpanda ()

Apikepol.com -  Banyak diantara orang menganggap bahwa minuman berenergi satu-satunya cara untuk meningkatkan performa, juga bisa mengusri rasa kantuk dan melepas lelah saat bekerja.
Tapi sedikit sekali yang menyadari bahwa dengan mengonsumsi minuman berenergi secara terus menerus akan mengganggu kesehatan.

Kandungan kafein dan gula di dalamnya benar-benar dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Dilansir dari boredpanda, seorang remaja di South Carolini dikabarkan meninggal bulan April lalu akibat overdosis kafein dari minuman berenergi.

Sekarang, seorang ayah muda bernama Austin kehilang otak bagian depan.
Penyebabnya hampir sama, Austin mengonsumsi minuman bernergi secara rutin selama berbulan-bulan lamanya untuk mengatas jadwal kerja yang padat.

Sang istri, Brianna menceritakan hal yang dialami suami saat dirinya beberapa minggu sebelum melahirkan.
Melalui akun Facebooknya, Brianna menceritakan perjalanan menakjubkan kala dirinya tengah hamil.
Kala itu Brianna tengah mengandung anak pertama, usianya sudah masuk bulan kesembilan.

Sang mertua memberi kabar bahwa Austin masuk rumah sakit.
Pagi mengejutkan itu, Brianna tak diberitahu penyebab suaminya masuk rumah sakit.
Dalam perjalan ke rumah sakit, Brianna diberitahu bahwa Austin mengalami pendarahan di otak.
Para dokter menyimpulkan bahwa kejadian mengerikan yang dialami Austin disebabkan konsumsi minuman berenergi yang berlebihan.
Ngeri! Suami Kehilangan Kepala Bagian Depan Gegara Konsumsi Minuman Ini Berlebihan
Boredpanda ()

Di sana ia temui suaminya yang terbaring tak sadarkan diri.
Setelah menjalani pemeriksaan berulangkali dokter mengambil kesimpulan bahwa sang suami mengalami stroke hemoragik.
Dokter menjelaskan bahwa penyebab dari stroke hemoragik tersebut kemungkinan besar adalah karena konsumsi minuman berenergi dalam jumlah banyak.

Operasi pun segera dilakukan untuk mencegah pendarahan otak semakin parah.
Setelah 5 jam menunggu, akhirnya Brianna dan mertuanya memiliki kesempatan untuk menemui Austin.
Semua orang terfokus pada wajah Austin yang hampir tak dikenali karena tertutup segala macam peralatan medis.

Brianna melihat betapa hancurnya kedua orangtua Austin saat melihat anak laki-lakinya terbaring di ranjang rumah sakit dan kehilangan bagian depan kepalanya.
Bahkan ayah Austin menangis saat dia memegangi istrinya.
Saat itu, mereka tidak tahu apakah Austin akan terbangun lagi atau tidak.
Setelah dua minggu tinggal di rumah sakit, Brianna masih bertanya-tanya apakah suaminya akan selamat atau tidak.
Austin tak sadarkan diri setelah menjalani operasi tahap pertama.
Padahal telah tiba waktunya bagi Brianna untuk melahirkan.

Boredpanda ()

Brianna kemudian memutuskan pulang ke rumah untuk mempersiapakan proses persalinan dan meninggalkan suaminya bersama sang mertua.
"Aku tidak akan berbohong kepada siapapun, ini sangat sulit. Aku telah merencanakan Austin akan menjadi bagian dari momen besar ini. Berada di sisiku, memegang tanganku, berada di sana untuk memotong tali pusarnya," kata Brianna.
Namun siapa sangka, keajaiban yang indah terjadi ketika Brianna menjenguk sang suami sekitar seminggu setelah melahirkan.
Austin terbangun saat Brianna membisikkan kepadanya bahwa bayi mereka telah lahir dan betapa mereka membutuhkannya.
Meskipun tersadar, hari-hari berikutnya bukanlah waktu yang mudah untuk dilalui Austin.

Ia harus menjalani banyak operasi dan prosedur medis yang diperintahkan dokter.
Pasalnya Austin masih sering mengalami kejang, pusing, muntah dan peradangan.
Namun akhirnya, Austin pun bisa melihat anaknya untuk pertama kali ketika sang anak berumur dua bulan.

"Itulah hari di mana hati saya mendapatkan sebagian dari kebahagiaannya kembali. Beberapa saat setelah itu akhirnya dia bisa pulang ke rumah," tambah Brianna.
Hidup yang dijalani Austin dan Brianna tidak normal.

Ada begitu banyak kunjungan dokter dan perjalanan ke rumah sakit yang harus dilakukan.
Saat di rumah, Brianna juga harus membantu sang suami menjalani setiap aspek hidupnya.
"Aku bangun setiap hari untuk merawat anak laki-laki kami dan suamiku. Aku menyiapkan makanan, membantu suami melakukan terapi fisik, terapi bicara, dan memapahnya ketika berjalan. Saya juga memandikannya. Aku membantunya berjalan

Boredpanda ()

Namun mereka tetap berjuang untuk menjalani hari-hari itu dengan penuh cinta dan tanpa pamrih.
Brianna merasa bersyukur bahwa suaminya masih diberi kesempatan hidup.
"Dia bukan orang yang sama yang aku cintai, tapi aku masih jatuh cinta padanya lebih dalam setiap hari. Kami berjuang untuk membantunya pulih. Untuk membuat hidupnya lebih baik. Suatu hari kita akan sampai di sana. Sampai saat itu tiba, aku tidak akan pernah menyerah padanya. Karena cinta itu tanpa pamrih, dan aku lebih mencintainya daripada hidup itu sendiri, ujar Brianna menutup ceritanya.
(tribunnews)
loading...