Sekarang Nawacita Sudah Menjadi Duka Cita

loading...
loading...

Sekarang Nawacita Sudah Menjadi Duka Cita

Berita Islam 24H - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil sepakat dengan pernyataan ekonom senior Rizal Ramli yang menyebutkan bahwa prioritas utama pemerintahan Jokowi-JK adalah utang, bukan infrastruktur.

Menurut dia, saat ini Indonesia sedang dirundung duka.

"Nawacita sudah menjadi duka cita," sesalnya dalam diskusi publik bertajuk 'Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK' di Restauran Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

"Infrastruktur dari hutang. Jadi berhutang kemudian kadang untuk membayar hutang," sambung anggota Komisi III DPR RI ini.

Parahnya lagi, tambah Nasir, di tengah negara yang kesulitan ekonomi, hampir semua kementerian dan lembaga malah meminta tambahan anggaran.

Di Komisi III saja hampir semua mitra minta tambahan duit. Hanya KPK, MK, dan PPATK yang tidak meminta tambahan anggaran pada RAPBN tahun 2018.

"Jadi kita bisa bayangkan negara yang begini (tangan di bawah/minta) gak bisa begini (tangan di atas/memberi). Gak bisa. Orang yang begini (tangan di bawah/minta), itu ga akan bisa begini (tangan di atas/memberi). Hanya orang yang memberi yang bisa memberi. Itu filosofinya dalam itu," lanjutnya.

Hal itulah yang menurut Nasir, membuat pemerintahan Jokowi-JK memilih menteri bukan karena untuk kepentingan rakyat, tapi untuk memenuhi hasrat dari para pemodal.

"Jadi negara kita ini ya gak bisa ngelawan komprador-komprador, tuan-tuan kapitalis, tuan-tuan korporis, setan kota, setan desa, jadi saya lihat memang utang ini membuat beban," tandasnya. [beritaislam24h.info / rmol]


Terimakasih sudah membaca artikel: Sekarang Nawacita Sudah Menjadi Duka Cita
loading...