Sempat Hilang, Jasad Nenek 79 Tahun Ditemukan di Perut Buaya ini

loading...
loading...
Sempat Hilang, Jasad Nenek 79 Tahun Ditemukan di Perut Buaya ini
Foto ilustrasi: seekor bangkai buaya besar di sebuah lahan kosong di desa Pools Mushumbi, Zimbabwe (liputan6.com)

Apikepol.com Sempat dilaporkan hilang, jasad seorang nenek di Australia ditemukan di dalam perut seekor buaya. Kepolisian setempat meyakini nenek berusia 79 tahun ini tewas dimakan buaya setelah pergi keluar dari panti jompo tempatnya tinggal.

Anne Cameron (79) yang menderita demensia ini dilaporkan hilang sejak pekan lalu. Potongan pakaian dan tongkat berjalan yang diyakini milik nenek ini ditemukan di sebuah danau kecil dekat kota wisata Port Douglas, Queensland, setelah dia dilaporkan hilang.

Kepolisian setempat melakukan pencarian, termasuk dengan memasang perangkap buaya, setelah meyakini nenek itu dimakan buaya. Hingga akhirnya pada Selasa (17/10) ini, polisi menemukan jenazah Cameron di dalam seekor buaya berukuran 4,3 meter.

Seperti dilansir AFP, Selasa (17/10/2017), temuan ini terjadi setelah buaya itu ditangkap sejumlah petugas otoritas satwa liar dari Sungai Mowbray.

"Buaya muara, yang diyakini terlibat dalam kematian Anne Cameron yang berusia 79 tahun ini, telah diperiksa oleh seorang spesialis di Cairns hari ini, dengan jenazah manusia ditemukan di dalamnya," demikian pernyataan kepolisian setempat.

Anne Cameron (Australia Plus ABC)

Cameron diketahui sebelumnya telah pergi keluar sendirian dari rumah jompo yang ditinggalinya. Namun pekan lalu, dia tidak kembali pulang. Tidak diketahui pasti bagaimana dia bisa pergi ke area semak-semak terpencil, tempat barang-barangnya ditemukan.

Buaya muara, yang merupakan buaya air asin, bisa tumbuh hingga sepanjang tujuh meter dan berat lebih dari 1 ton. Buaya jenis ini cukup banyak ditemui di wilayah Australia bagian utara dan dilaporkan menewaskan setidaknya dua orang setiap tahun.

Jumlah populasi buaya muara dilaporkan meningkat sejak jenis ini dinyatakan sebagai spesies dilindungi pada tahun 1970-an. Kasus kematian nenek ini memicu seruan untuk mengendalikan populasi buaya muara. Namun keluarga sang nenek menyatakan tidak ingin melihat buaya dibantai.

"Buaya-buaya itu ... tidak bertanggung jawab karena menjadi buaya, dan melakukan apa yang dilakukan buaya," ucap putri nenek ini, Craig Eggins, seperti dikutip media lokal Cairns Post. (detiknews)
loading...